Industri otomotif menjadi salah satu sektor industri dengan tingkat persaingan yang tinggi di Indonesia. Persaingan ini pastinya mendorong brand otomotif untuk menggunakan strategi marketing yang efektif. Tentu dengan tujuan untuk tetap kompetitif di pasar.
Sama seperti sektor industri lain, industri otomotif juga menggunakan berbagai marketing channel. Baik itu channel tradisional seperti billboard atau digital marketing semacam search engine marketing. Namun, salah satu marketing channel yang saat ini makin acap digunakan oleh industri otomotif adalah melalui influencer marketing.
Ada hal menarik dalam implementasi influencer marketing. Sebab, brand otomotif terlihat masih menggunakan mega influencer dalam influencer marketing mereka. Biasanya, ketika melakukan kampanye untuk produk baru mereka. Lebih menariknya lagi, influencer yang dipilih juga memiliki niche yang cukup sempit.
Lantas mengapa demikian? Silakan simak ulasan berikut.
Mengapa Industri Otomotif Menggunakan Mega Influencer?
Pilihan yang jatuh pada mega influencer dalam melakukan pemasaran tentu bukan tanpa alasan. Sebab, terdapat beberapa hal yang disinyalir menjadi alasan mengapa industri otomotif menggunakan kategori influencer ini. Berikut penjelasannya.
1. Pengaruh Besar
Menurut Åženyapar (2024) dalam A Comprehensive Analysis of Influencer Types in Digital Marketing, influencers secara signifikan memengaruhi tren serta kultur. Mereka bertindak sebagai trendsetters, mengamplifikasi gaya baru, kebiasaan, atau gerakan dalam komunitas.
Ini sejalan dengan lanskap di Indonesia. Menurut insg.co, dari data yang diambil dari statista, 62% masyarakat Indonesia membeli sebuah barang atau produk karena endorsement oleh seorang influencer. Menurut insg.co, masyarakat Indonesia mengikuti influencers karena mereka ingin mendapatkan panduan dari ahli. Selain itu, masyarakat Indonesia memutuskan untuk ingin mendapatkan informasi terbaru.

2. Engagement Besar
Engagement yang besar menjadi alasan lain mengapa jenama otomotif memilih untuk menggunakan mega influencer dalam kampanye mereka. Menurut laporan dari Brand Vision Insight, engagement dari media sosial jenama mobil KIA naik 15% year-over-year setelah meluncurkan strategi influencer mereka di tahun 2022.
Baca Juga: Perbedaan KOL dan Affiliator, Mana yang Paling Cocok untuk Meningkatkan Penjualan Brand?
3. Meningkatkan Daya Tarik Publik
Mega influencer mampu mendorong ketertarikan awal publik terhadap produk yang dibahas. Hal ini karena banyak orang langsung mencari informasi lebih lanjut secara online pasca melihat konten dari mega influencer yang mereka percaya. Lebih dari itu, juga membantu mendorong konsumen ke tahap di mana mereka membandingkan produk, mengecek harga, dan akhirnya mengambil keputusan pembelian.
Contoh: BAIC Indonesia Gandeng Road Party dalam Kampanye BAIC BJ40
Pembahasan mengenai pengaruh mega influencer tentu tidak lengkap tanpa melihat bagaimana strategi ini diwujudkan oleh pelaku industri secara langsung. Salah satunya adalah Beijing Automotive Group (BAIC), jenama otomotif asal Tiongkok yang mulai memasarkan produknya di Indonesia pada tahun 2024.
Beijing Automotive Group atau dikenal sebagai BAIC merupakan brand mobil asal China yang berdiri pada tahun 1958. Kendati sudah berdiri lebih dari setengah abad, jenama ini baru memasarkan produk mereka secara internasional pada tahun 2013 dan masuk ke Indonesia pada Maret 2024, dengan PT JDI (JIO Distribusi Indonesia) sebagai distributor resmi mereka.
BAIC menunjukkan komitmen mereka di pasar Indonesia. Saat ini, mereka memiliki 13 jaringan dealer di berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Tangerang, Surabaya, Medan, Bali, Bandung, Pekanbaru, Samarinda dan Batam. Dealer ini melayani, sales, service, serta spare parts. Selain itu, komitmen BAIC di pasar Indonesia juga terlihat dari keputusan mereka untuk memproduksi mobil mereka di Indonesia, mulai tahun 2025.
Dalam memasarkan produk mereka di Indonesia, BAIC di Indonesia melakukan multi channel marketing. Salah satunya adalah melalui influencer marketing. Apa yang menarik dalam pemasaran BAIC di Indonesia adalah pada pemasaran BAIC BJ40 yang diproduksi secara CKD (completely knockdown) di Indonesia, karena sebelumnya BAIC BJ40 didatangkan secara CBU (completely build up).
BAIC bekerja sama dengan channel Youtube road party untuk memasarkan BAIC BJ40 ini. Adapun, road party sendiri merupakan channel Youtube otomotif yang beranggotakan Om Mobi, Ridwan Hanif, Fitra Eri, dan Arief Muhammad. Channel Youtube ini menawarkan konten otomotif yang unik, dimana konten-konten yang mereka buat umumnya menjadi ajang challenge berkaitan dengan mobil tertentu.
Awal Mula dan Proses Berjalannya Campaign
Awal mula dari campaign ini disinyalir adalah pada konten di Instagram @motomobitv yang diunggah pada 3 Juni 2025. Konten tersebut merupakan om Mobi yang sedang berada di dealer BAIC. Di tanggal yang sama, Ridwan Hanif juga mengunggah konten di Instagramnya. Konten tersebut memperlihatkan ia dalam proses pembelian BAIC BJ40.

3 Hari setelah konten tersebut diunggah, channel Youtube Om Mobi merilis video berjudul Alasan beli BAIC BJ40 yang tayang pada 6 Juni 2025. Dalam video tersebut, Om Mobi (Motomobitv) memperlihatkan ia memesan BAIC BJ40 langsung dari dealer. Pada bagian akhir video, ia menunjukkan bahwa Ridwan Hanif, Arief Muhammad, serta Fitra Eri juga membeli produk yang sama. Melihat track record sebelumnya, akan ada konten challenge yang akan mereka lakukan ketika empat mega influencer ini membeli produk yang serupa
Tidak lama setelah Om Mobi mengunggah video tersebut, Arief Muhammad, mengunggah konten di Instagram-nya tentang BAIC BJ40 pada 26 Juni 2025. Setelah itu, pada 3 Juli 2025, Ridwan Hanif juga mengunggah video mereka menerima unit BAIC BJ40 mereka. Adapun, Sedangkan, konten dari Fitra Eri tentang menerima BAIC BJ40 baru rilis pada 11 Juli 2025 di Youtube mereka.
Keempat mega influencer tersebut mengunggah konten terkait BJ40 secara berkala. Utamanya di Instagram serta Youtube. Konten yang diunggah ini mayoritas seputar update modifikasi BAIC BJ40 yang mereka lakukan.
Apa yang Dapat Dipelajari?
Kampanye BAIC BJ40 melalui empat mega influencer ini sangat menarik untuk dilihat. Utamanya berkaitan dengan brand awareness terhadap jenama BAIC serta produk BAIC BJ40.
Terlihat dari unggahan pertama masing-masing terkait BAIC BJ40, seluruhnya memiliki pendekatan caption yang sama. Sebab, seluruhnya menampilkan kata BAIC sebagai bagian dari kalimat caption secara eksplisit, namun tetap soft selling. Ini dilakukan dengan menggunakan kata BAIC, selayaknya kata “baik” di dalam bahasa Indonesia. Pendekatan ini sedikit banyaknya dapat menjadikan brand BAIC sebagai top of mind di pikiran khalayak.
Lantas, apakah penggunaan empat mega influencer ini sebagai media kampanye efektif dalam menarik minat khalayak untuk mengetahui lebih lanjut tentang BAIC? Nyatanya, data dari Google Trends menunjukkan bahwa kata kunci “BAIC” banyak dicari oleh pengguna Google sejak 3 Juni 2025 sampai 8 Oktober 2025.

Sebagai penutup, dapat disimpulkan bahwa strategi penggunaan mega influencer oleh industri otomotif di Indonesia bukanlah sekadar pilihan berbasis popularitas. Dalam studi kasus kampanye BAIC BJ40, kolaborasi dengan empat mega influencer otomotif seperti Om Mobi, Ridwan Hanif, Fitra Eri, dan Arief Muhammad terbukti mampu menciptakan efek domino terhadap brand awareness dan minat pencarian publik terhadap BAIC.
Pilihan yang jatuh pada mega influencer merupakan keputusan strategis yang mempertimbangkan pengaruh besar, jangkauan luas, serta kredibilitas yang dimiliki oleh para influencer tersebut. Lebih lanjut, fenomena ini memperlihatkan bahwa meskipun micro dan nano influencer kini banyak digunakan di berbagai industri, sektor otomotif masih membutuhkan otoritas dan kepercayaan tingkat tinggi yang hanya dapat diperoleh melalui mega influencer.
Baca Juga: 7 Perilaku Konsumen yang Terbentuk dari Campaign KOL, Brand Wajib Tahu!
Sekian ulasan tentang mengapa industri otomotif di Indonesia lebih sering gunakan mega influencer dalam strategi marketing mereka. Penggunaan mega influencer dinilai efektif karena mereka memiliki jangkauan audiens yang luas dan mampu meningkatkan kesadaran merek secara cepat di berbagai lapisan masyarakat.
Oleh karena itu, proses pemilihan KOL yang relevan menjadi tahap penting dalam strategi pemasaran digital. Hal ini karena brand perlu memilih influencer atau KOL yang sesuai dengan niche mereka, supaya campaign dapat dilakukan dengan memberikan hasil yang maksimal.
Baca Juga: Report KOL Bikin Cemas? Ini Cara Membuat Report Campaign KOL dengan Mudah!
Anda dapat cek rate card influencer target dengan mudah di KOL.ID! Mulai dari influencer beauty, influencer fashion, hingga influencer olahraga, semuanya bisa dicek di sini. KOL.ID juga menyediakan tools untuk cek rate card di berbagai media sosial seperti Instagram, TikTok, ataupun YouTube.
Selain itu, KOL.ID juga memiliki fitur KOL Ranking. Fitur ini dapat membantu Anda melihat akun terpopuler di Instagram, KOL paling terpopuler TikTok, atau akun YouTube terpopuler, sehingga memudahkan dalam memilih KOL yang paling sesuai untuk kampanye brand Anda.
Segera cek rate card di KOL.ID dan tentukan KOL terbaik untuk bekerja sama!